google analytic

Sunday, September 22, 2019

Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif


Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif

Selain dengan cara generatif, tumbuhan juga berkembang biak secara vegetatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan tanpa melalui perkawinan. Pada perkembangbiakan vegetatif tidak terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Perkembangbiakan secara vegetatif ada yang berlangsung secara alami dan karena bantuan manusia.

a. Perkembangbiakan vegetatif alami

Ada bermacam-macam cara perkembangbiakan vegetatif alami, antara lain:

1) Tunas
Tunas dapat tumbuh melalui pangkal batang, akar, atau daun. Pernahkah kamu melihat pohon pisang yang masih kecil? Pohon tersebut tumbuh di dekat induknya. Pohon pisang adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas batang. Tumbuhan yang juga berkembang biak dengan tunas batang adalah tebu dan bambu. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas akar adalah sukun, cemara, dan kesemek. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas tumbuh pada daun adalah cocor bebek. Tunas yang tumbuh pada akar dan daun disebut tunas adventif.

2) Umbi akar
Umbi akar berguna untuk menyimpan cadangan makanan. Umbi akar tidak berkuncup, tidak berdaun, tidak bermata tunas, dan tidak berbuku-buku. Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah bunga dahlia dan wortel. Sisa batang pada pangkal umbi dapat memunculkan tunas. Akar tunas baru akan tumbuh dari bagian sisa batang jika umbi akar tersebut ditanam.

3)  Umbi batang
Kentang, talas, dan ubi jalar merupakan contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang. Umbi batang sesungguhnya merupakan batang yang tumbuh menggembung di dalam tanah. Umbi batang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Tumbuhan baru akan tumbuh dari mata tunas yang terletak di lekukan pada permukaan umbi tersebut.

4)  Umbi lapis
Pernahkah kamu melihat bawang merah? Jika diiris, bentuk bawang merah terlihat berlapis-lapis. Bawang merah adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis. Umbi lapis adalah daun yang berlapis-lapis membentuk umbi dan di tengahnya tumbuh tunas. Daun tersebut tersusun berdekatan dan tumbuh pada permukaan atas ruas. Umbi lapis dari tunas terluar akan tumbuh membentuk tunas baru (siung).


5) Spora
Bentuk spora seperti biji, tetapi sangat kecil. Spora hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Spora dibentuk di dalam kotak spora (sporangium). Tumbuhan paku adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan spora. Spora mudah diterbangkan angin karena ringan. Sporangium pada tumbuhan paku terletak di bagian belakang daun. Amatilah bagian belakang daun tanaman paku. Apakah kalian melihat bintik-bintik berwarna cokelat kehitaman?

Selain tumbuhan paku, jamur dan lumut juga berkembang biak dengan spora. Jamur adalah tumbuhan yang tidak memiliki klorofil (zat hijau daun). Kita dapat menemukan jamur di tempat- tempat yang lembap. Makanan yang sudah basi biasanya ditumbuhi jamur. Sporangium jamur berisi spora yang sangat banyak.

Kotak spora akan pecah jika spora telah masak. Selanjutnya, spora yang telah masak ini akan keluar dan diterbangkan angin. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai, spora akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

6)  Membelah diri
Tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri adalah tumbuhan tingkat rendah seperti ganggang. Ganggang membelah sel tubuhnya menjadi dua. Masing-masing sel ini akan membelah lagi ketika dewasa.

7)  Akar tinggal (Rhizoma)
Rhizoma adalah batang yang tebal dan tumbuh mendatar di dalam tanah. Pernahkah kamu melihat tumbuhan jahe? Jahe berkembang biak dengan akar tinggal atau rhizoma. Rhizoma berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan. Rhizoma dapat mempunyai ciri-ciri berikut.
a)  Bentuknya berbulu-bulu seperti batang dan terdapat kuncup di bagian ujungnya.
b)  Bersisik, di setiap sisik ketiak terdapat tunas. 

8) Geragih (Stolon)
Geragih adalah batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Tunas pada buku-buku batang yang menjalar di atas tanah tersebut dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Tumbuhan baru tersebut tidak bergantung pada induknya, meskipun tetap bersatu dengan induknya. Arbei, semanggi, dan pegagan berkembang biak dengan geragih di permukaan tanah. Selain arbei, juga ada semanggi dan pegagan. Rumput teki berkembang biak dengan geragih yang tumbuh di dalam tanah.

b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan tumbuhan dengan vegetatif buatan diupayakan manusia untuk memperoleh jenis tumbuhan baru. Tumbuhan baru tersebut diharapkan memberikan hasil yang lebih baik. Perkembangbiakan secara vegetatif buatan, antara lain mencangkok, okulasi, setek, dan merunduk.

1) Cangkok
Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil. Di antaranya seperti mangga, jeruk, dan jambu. Langkah- langkah untuk mencangkok adalah sebagai berikut.
  1. a)  Menguliti bagian batang tumbuhan.
  2. b)  Membersihkan kambiumnya.
  3. c)  Menutup batang yang telah bersih dari kulit dan kambium dengan tanah subur.
  4. d)  Membungkus batang yang sudah ditutup tanah tersebut dengan plastik atau sabut kelapa. Selanjutnya, mengikatnya dengan erat. 
Hasil cangkokan yang sudah ditumbuhi akar kemudian dipotong tepat di bawah pembungkus cangkokan. Jangan menanam hasil cangkokan langsung di tanah terbuka. Tanamlah cangkokan di wadah persemaian. Selanjutnya, letakkan di tempat yang teduh sekitar dua bulan. Setelah itu, hasil cangkokan dapat diambil dari wadah persemaian. Selanjutnya, dipindahkan ke tanah terbuka.

2) Setek
Setek dilakukan dengan menanam bagian tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru. Ada dua macam setek, yaitu setek batang dan setek daun.

a) Setek batang
Tumbuhan yang berkembang biak dengan setek batang adalah ketela pohon, mawar, dan tebu. Tumbuhan yang akan disetek harus memiliki bakal tunas.




b) Setek daun

Tumbuhan yang dapat disetek daunnya adalah cocor bebek dan sri rejeki. Daun yang hendak disetek harus berwarna hijau segar dan cukup tua. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menyetek daun.

  • Letakkan daun yang akan disetek di permukaan tanah.
    Tanah yang digunakan hendaknya tanah yang subur.
  • Setelah beberapa hari, pada bagian lekukan-lekukan daun akan tumbuh tunas dan akar. Tunas tersebut akan menjadi tanaman baru.
  • Selanjutnya, tanaman baru tersebut dipindahkan ke wadah lain (pot). 
3) Okulasi
Okulasi dilakukan dengan cara menempelkan tunas tumbuhan ke tunas tumbuhan yang lain. Masing-masing tunas memiliki sifat unggul yang berbeda. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan okulasi adalah mangga dan jeruk.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan okulasi adalah sebagai berikut.

a)  Buatlah keratan pada kulit batang tumbuhan yang akan ditempel. 
b)  Ambillah mata tunas tumbuhan lain yang akan ditempel. Ukuran mata tunas harus sama dengan ukuran keratan tumbuhan yang akan ditempelkan.
c) Tempelkan mata tunas tersebut pada tumbuhan yang sudah dipersiapkan.
d)  Ikat erat-erat mata tunas yang sudah ditempelkan. 
e)  Potong bagian atas tanaman yang ditempel jika sudah tumbuh mata tunas. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan tunas menjadi lebih cepat. 


4) Merunduk
Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan merunduk adalah tebu, apel, dan melati. Tumbuhan yang dikembangbiakkan dengan merunduk harus mempunyai batang yang panjang dan lentur. Cabang tumbuhan yang akan dikembangbiakkan, kemudian disentuhkan ke tanah.

5) Mengenten
Mengenten dilakukan dengan menyambung dua tanaman yang berbeda. Akan tetapi, masih satu jenis. Bagian ujung tanaman dipotong, kemudian disambung dengan tumbuhan lainnya. Tumbuhan sejenis yang digunakan untuk menyambung harus memiliki kualitas yang lebih baik. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan cara mengenten adalah jeruk, jambu, dan durian. 

Sunday, August 18, 2019

Perkembangbiakan Manusia


Pada masa remaja, manusia mulai mengalami perkembangan. Remaja laki-laki akan menghasilkan sperma. Sementara remaja perempuan akan menghasilkan sel telur. Remaja perempuan akan mengalami masa menstruasi jika tidak terjadi pembuahan. Perkembangbiakan manusia diawali dengan proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Pembuahan akan menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio (janin).

Embrio akan memperoleh makanan dan oksigen dari ibunya melalui plasenta (ari-ari). Plasenta merupakan penghubung embrio yang menempel pada dinding rahim dengan induknya. Embrio akan tumbuh semakin besar. Pada masa kehamilan terjadi pembentukan organ-organ tubuh seperti jantung dan otak. Hal inilah yang menyebabkan perut ibu yang sedang hamil kelihatan besar. Bayi siap dilahirkan setelah perkembangan janin sempurna. Bayi yang dilahirkan akan diberi ASI (Air Susu Ibu) sebagai makanan utama. Pemberian ASI pada bayi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Perkembangbiakan Hewan


Hewan juga berkembang biak menghasilkan keturunan untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan hewan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Bertelur (Ovipar)
Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum (telur). Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan. Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Ayam, burung, ikan, dan serangga berkembang biak dengan bertelur.


  1. Unggas (bangsa burung)
    Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah kamu melihat ayam atau burung yang mengerami telurnya? Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh.
  2. Ikan dan Amfibi
    Tidak seperti unggas, kelompok ikan dan amfibi tidak mengerami telurnya hingga menetas. Telur-telur tersebut akan menetas sendiri. Pembuahan pada ikan dan amfibi terjadi di luar tubuh. Saat bertelur, ikan betina akan mencari perhatian ikan jantan. Selanjutnya, akan mengikuti gerakannya. Setelah ikan betina bertelur, ikan jantan akan mengeluarkan sperma. Selanjutnya, pembuahan terjadi di air. Ada juga beberapa jenis ikan dan amfibi yang memelihara telurnya. Telur kodok betina dikeluarkan dari bagian bawah tubuhnya. Sementara punggungnya dipegangi oleh kaki belakang kodok jantan. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Penyu juga berkembang biak dengan cara bertelur. Akan tetapi, penyu tidak mengerami telurnya. Akan tetapi, ditimbun di tempat tertentu hingga telur menetas .
2. Melahirkan (Vivipar)
Perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan disebut vivipar. Kucing, sapi, dan harimau adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Hewan-hewan ini termasuk kelompok hewan mamalia karena menyusui anaknya. Ada juga hewan air yang berkembang biak dengan melahirkan, misalnya ikan lumba-lumba dan paus. Sebenarnya hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Telur tersebut tidak dibungkus oleh cangkang dan tidak dikeluarkan dari tubuh. Saat terjadi perkawinan, sperma hewan jantan akan membuahi telur di rahim hewan betina.

Telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan tumbuh menjadi calon individu baru (embrio). Selama itulah hewan betina mengalami kehamilan (mengandung). Setiap jenis hewan mengalami masa kehamilan yang berbeda-beda. Setelah dilahirkan, induk bayi hewan tersebut akan menyusui anaknya.

3. Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar)
Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur- melahirkan disebut ovovivipar. Hewan betina yang berkembang biak dengan cara ini juga akan menge- luarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan sudah tumbuh menjadi embrio. Perkembang- biakan ovovivipar diawali dengan bertelurnya hewan betina dalam tubuh. Telur tersebut akan dibuahi sel sperma yang dihasilkan oleh hewan jantan. 

Hal ini disebut pembuahan.Pembuahan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi embrio di dalam telur. Embrio tersebut akan menetas di dalam tubuh hewan betina. Selanjutnya, calon bayi itu dikeluarkan dari dalam tubuh hewan betina seperti proses melahirkan. Reptil seperti ular boa dan kadal berkembang biak dengan cara ovovivipar. 




Sunday, May 12, 2019

Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif


Selain dengan cara generatif, tumbuhan juga berkembang biak secara vegetatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan tanpa melalui perkawinan. Pada perkembangbiakan vegetatif tidak terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Perkembangbiakan secara vegetatif ada yang berlangsung secara alami dan karena bantuan manusia.

a. Perkembangbiakan vegetatif alami

Ada bermacam-macam cara perkembangbiakan vegetatif alami, antara lain:

1) Tunas

Tunas dapat tumbuh melalui pangkal batang, akar, atau daun. Pernahkah kamu melihat pohon pisang yang masih kecil? Pohon tersebut tumbuh di dekat induknya. Pohon pisang adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas batang.

Tumbuhan yang juga berkembang biak dengan tunas batang adalah tebu dan bambu. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas akar adalah sukun, cemara, dan kesemek. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas tumbuh pada daun adalah cocor bebek. Tunas yang tumbuh pada akar dan daun disebut tunas adventif.

2) Umbi akar

Umbi akar berguna untuk menyimpan cadangan makanan. Umbi akar tidak berkuncup, tidak berdaun, tidak bermata tunas, dan tidak berbuku-buku. Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah bunga dahlia dan wortel. Sisa batang pada pangkal umbi dapat memunculkan tunas. Akar tunas baru akan tumbuh dari bagian sisa batang jika umbi akar tersebut ditanam.

3) Umbi batang 

Kentang, talas, dan ubi jalar merupakan contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang. Umbi batang sesungguhnya merupakan batang yang tumbuh menggembung di dalam tanah. Umbi batang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan 

4) Umbi lapis 

Pernahkah kamu melihat bawang merah? Jika diiris, bentuk bawang merah terlihat berlapis-lapis. Bawang merah adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis. Umbi lapis adalah daun yang berlapis-lapis membentuk umbi dan di tengahnya tumbuh tunas. Daun tersebut tersusun berdekatan dan tumbuh pada permukaan atas ruas. Umbi lapis dari tunas terluar akan tumbuh membentuk tunas baru (siung). 
5) Spora

Bentuk spora seperti biji, tetapi sangat kecil. Spora hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Spora dibentuk di dalam kotak spora (sporangium). Tumbuhan paku adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan spora. Spora mudah diterbangkan angin karena ringan. Sporangium pada tumbuhan paku terletak di bagian belakang daun. Amatilah bagian belakang daun tanaman paku. Apakah kalian melihat bintik-bintik berwarna cokelat kehitaman?

Selain tumbuhan paku, jamur dan lumut juga berkembang biak dengan spora. Jamur adalah tumbuhan yang tidak memiliki klorofil (zat hijau daun). Kita dapat menemukan jamur di tempat- tempat yang lembap. Makanan yang sudah basi biasanya ditumbuhi jamur. Sporangium jamur berisi spora yang sangat banyak

Kotak spora akan pecah jika spora telah masak. Selanjutnya, spora yang telah masak ini akan keluar dan diterbangkan angin. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai, spora akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

6)  Membelah diri 

Tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri adalah tumbuhan tingkat rendah seperti ganggang. Ganggang membelah sel tubuhnya menjadi dua. Masing-masing sel ini akan membelah lagi ketika dewasa. 

7)  Akar tinggal (Rhizoma) 

Rhizoma adalah batang yang tebal dan tumbuh mendatar di dalam tanah. Pernahkah kamu melihat tumbuhan jahe? Jahe berkembang biak dengan akar tinggal atau rhizoma. Rhizoma berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan. Rhizoma dapat mempunyai ciri-ciri berikut: 

a)  Bentuknya berbulu-bulu seperti batang dan terdapat kuncup  di bagian ujungnya. 

b)  Bersisik, di setiap sisik ketiak terdapat tunas.

8) Geragih (Stolon)

Geragih adalah batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Tunas pada buku-buku batang yang menjalar di atas tanah tersebut dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Tumbuhan baru tersebut tidak bergantung pada induknya, meskipun tetap bersatu dengan induknya. Arbei, semanggi, dan pegagan berkembang biak dengan geragih di permukaan tanah. Selain arbei, juga ada semanggi dan pegagan. Rumput teki berkembang biak dengan geragih yang tumbuh di dalam tanah

b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan tumbuhan dengan vegetatif buatan diupayakan manusia untuk memperoleh jenis tumbuhan baru. Tumbuhan baru tersebut diharapkan memberikan hasil yang lebih baik. Perkembangbiakan secara vegetatif buatan, antara lain mencangkok, okulasi, setek, dan merunduk.

1) Cangkok

Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil. Di antaranya seperti mangga, jeruk, dan jambu. Langkah- langkah untuk mencangkok adalah sebagai berikut:

a)  Menguliti bagian batang tumbuhan.
b)  Membersihkan kambiumnya.
c)  Menutup batang yang telah bersih dari kulit dan kambium dengan tanah subur. 
d)  Membungkus batang yang sudah ditutup tanah tersebut dengan plastik atau sabut kelapa. Selanjutnya, mengikatnya dengan erat.

2) Setek

Setek dilakukan dengan menanam bagian tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru. Ada dua macam setek, yaitu setek batang dan setek daun.

a) Setek batang

Tumbuhan yang berkembang biak dengan setek batang adalah ketela pohon, mawar, dan tebu. Tumbuhan yang akan disetek harus memiliki bakal tunas. 

b) Setek daun

Tumbuhan yang dapat disetek daunnya adalah cocor bebek dan sri rejeki. Daun yang hendak disetek harus berwarna hijau segar dan cukup tua. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menyetek daun:

a. Letakkan daun yang akan disetek di permukaan tanah. 
b. Tanah yang digunakan hendaknya tanah yang subur. 
c. Setelah beberapa hari, pada bagian lekukan-lekukan daun akan tumbuh tunas dan akar.
d. Tunas tersebut akan menjadi tanaman baru. 
e. Selanjutnya, tanaman baru tersebut dipindahkan ke wadah lain (pot). 

3) Okulasi 

Okulasi dilakukan dengan cara menempelkan tunas tumbuhan ke tunas tumbuhan yang lain. Masing-masing tunas memiliki sifat unggul yang berbeda. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan okulasi adalah mangga dan jeruk. 

4) Merunduk

Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan merunduk adalah tebu, apel, dan melati. Tumbuhan yang dikembangbiakkan dengan merunduk harus mempunyai batang yang panjang dan lentur. Cabang tumbuhan yang akan dikembangbiakkan, kemudian disentuhkan ke tanah.

5) Mengenten

Mengenten dilakukan dengan menyambung dua tanaman yang berbeda. Akan tetapi, masih satu jenis. Bagian ujung tanaman dipotong, kemudian disambung dengan tumbuhan lainnya. Tumbuhan sejenis yang digunakan untuk menyambung harus memiliki kualitas yang lebih baik. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan cara mengenten adalah jeruk, jambu, dan durian. 

Monday, April 22, 2019

Perkembanganbiakan Tumbuhan Secara Generatif


Perkembangbiakan secara generatif (kawin) dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik. Pembuahan adalah proses meleburnya sel sperma dan sel telur. Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan terjadi pada bunga dan biji.


Bagian-bagian bunga


Bunga adalah bagian tumbuh-tumbuhan yang paling indah. Kecantikan bunga tidak hanya menarik perhatian manusia, tetapi juga hewan. Bunga apakah yang paling kamu sukai? Bunga memiliki bentuk, warna, dan ukuran yang berbeda-beda. Bagian-bagian bunga yang terdapat pada bunga sempurna dijelaskan pada gambar dibawah



Tangkai Bunga
Tangkai bunga adalah bagian yang menghubungkan bunga dengan batang tumbuhan. Bagian ujung tangkai bunga membesar membentuk dasar bunga. Dasar bunga berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.


Kelopak Bunga
Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga saat masih kuncup. Kelopak bunga akan terbuka saat mekar. Setelah mekar, letak kelopak bunga berada di bagian luar mahkota bunga sebelah bawah.


Mahkota Bunga
Mahkota bunga adalah bagian bunga yang paling indah dengan warna yang menarik. Fungsi mahkota bunga adalah melindungi putik dan benang sari ketika kuncup.

Benang Sari
Benang sari adalah alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Di dalam kepala sari terdapat butir-butir serbuk sari (sel kelamin jantan).

Putik
Putik adalah alat kelamin betina pada bunga. Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah, dan bakal biji. Putik berbentuk seperti botol yang lehernya panjang. Kepala putik terletak pada bagian ujung. Bagian putik yang paling panjang disebut tangkai putik. Bakal buah terletak di bagian paling bawah. Bakal biji terletak di dalam bakal buah. Pada bakal biji terdapat delapan inti antara lain sel telur dan calon lembaga


Biji
Biji termasuk alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif. Tidak semua tumbuhan memiliki biji. Hanya tumbuhan berbiji yang memiliki biji. Berdasarkan jumlah keping bijinya, tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi dua. Tumbuhan monokotil (berkeping satu) dan tumbuhan dikotil (berkeping dua). Biji terbentuk dari hasil pembuahan. Biji yang ditanam akan menghasilkan calon tumbuhan baru.


Benang Sari




Putik



Biji terdiri atas bagian-bagian di bawah ini:

Kulit Biji
Kulit biji adalah bagian biji yang paling luar. Kulit biji berfungsi sebagai pelindung dari kondisi lingkungan yang buruk 

Keping Biji
Keping biji terletak di dalam kulit biji. Keping biji merupakan tempat menyimpan makanan dan melindungi lembaga 

Bagian Biji

Lembaga

Lembaga adalah calon tumbuhan baru. Letak lembaga berada di dalam biji. Lembaga terdiri atas bakal akar, bakal batang, dan bakal daun

Daging Biji
Daging biji adalah cadangan makanan bagi lembaga. Selama akar tumbuhan baru belum tumbuh, daging biji ini akan digunakan sebagai cadangan makanan.


Penyerbukan dan Pembuahan

Proses penyerbukan akan terjadi apabila serbuk sari jatuh di atas kepala putik. Penyerbukan dapat terjadi karena bantuan angin, air, sinar matahari, hewan, ataupun manusia. Angin yang bertiup akan meng- goyang tangkai sari. Hal ini menyebabkan serbuk sari beterbangan, kemudian jatuh. Akhirnya serbuk sari menempel di kepala putik.

Serbuk sari akan semakin ringan jika terkena panas sinar matahari. Hal ini dapat memudahkan terjadinya penyerbukan. Penyerbukan juga dapat terjadi karena bantuan manusia. Tujuannya adalah untuk memperoleh tumbuhan jenis baru.


Serbuk sari yang menempel di kepala putik akan tumbuh menjadi buluh sari. Serbuk sari akan berjalan menuju bakal biji melalui buluh sari. Setelah itu, akan terjadi pertemuan antara sperma (serbuk sari) dengansel telur. Peristiwa inilah yang disebut dengan pembuahan. Sel telur yang dibuahi akan tumbuh menjadi biji. Selanjutnya, terjadi proses pembentukan buah. Proses ini ditandai dengan layunya mahkota bunga.
 



Sunday, April 21, 2019

Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi dan Kesehatan Diri


Manusia dapat berkembang biak menghasilkan keturunannya, karena memiliki organ reproduksi. Oleh karena itu, organ reproduksi sangat penting dan perlu dijaga kebersihannya. Organ reproduksi pada perempuan dan laki-laki memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan perbedaan cara membersihkan organ reproduksi tersebut. 

Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi perempuan:

  • Sebaiknya mandi dua kali sehari dengan air bersih. Jika badan kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.

  • Saat mengalami menstruasi, sebaiknya mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali. Pembalut yang dikenakan harus bersih, nyaman, serta berbahan lembut.

  • Membasuh organ reproduksi sehabis buang air kecil. Cara membersihkannya adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini dilakukan agar kuman dari anus tidak masuk ke saluran reproduksi.
  • Hindarilah penggunaan sabun yang mengandung deodoran atau parfum untuk membasuh kemaluan.
  • Jangan terlalu sering memakan makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Garam dapat menyebabkan perasaan tertekan dan tegang.

  • Minumlah air putih lebih banyak dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Saat menstruasi, banyak zat besi yang hilang dari tubuh kita melalui darah menstruasi.

  • Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh.

Remaja laki-laki dapat menjaga kebersihan organ reproduksinya dengan cara-cara berikut:

  • Mandilah minimal dua kali sehari menggunakan air bersih. Jika badan terasa kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.

  • Gantilah pakaian paling sedikit dua kali sehari.

  • Basuhlah organ reproduksi sehabis buang air kecil.

  • Berolahraga secara teratur dan minum air putih yang cukup banyak.

  • Hindari pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan iritasi.

Pada masa remaja, biasanya tubuh kita mudah berkeringat. Hal ini dapat menyebabkan jerawat pada wajah. Untuk menghindarinya, lakukan cara-cara sebagai berikut ini:
  • Segera cuci wajah jika terasa kotor dan lengket.

  • Hindarilah poni yang terlalu panjang dan menutupi wajah. Hal ini karena kotoran pada rambut dapat berpindah ke wajah.

  • Jika diperlukan, pakailah wewangian tubuh agar tubuh terasa segar dan harum

Saturday, April 20, 2019

Perkembangan dan Perubahan Tubuh Perempuan


Ketika remaja, tubuh anak perempuan akan menghasilkan sel telur (ovum). Payudara dan pinggul akan membesar. Selain itu, pada beberapa bagian tubuhnya akan tumbuh rambut-rambut halus.

Diproduksinya Sel Telur

Perubahan utama masa pubertas yang terjadi pada perempuan adalah diproduksinya sel telur. Alat tubuh yang memproduksi sel telur disebut indung telur (ovarium). Hal ini ditandai dengan terjadinya menstruasi. Apakah menstruasi itu?


Menstruasi adalah keluarnya darah dari liang kelamin. Liang kelamin ini disebut vagina. Darah terjadi akibat meluruhnya dinding rahim sebelah dalam. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Setiap bulannya ovarium menghasilkan sel telur yang telah matang dan siap dibuahi. Sel telur tersebut kemudian akan bergerak menuju ke saluran telur. Hal ini menyebabkan menebalnya dinding rahim sebelah dalam. Dinding tersebut akan menebal dan dipenuhi pembuluh darah. Hal ini merupakan persiapan jika terjadi pembuahan.

Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mati. Hormon estrogen yang dihasilkan ovarium akan menurun jumlahnya. Akibatnya, jaringan dan pembuluh darah di dinding dalam rahim akan mengelupas dan meluruh. Jaringan dan pembuluh darah yang meluruh ini dikeluarkan dalam bentuk darah menstruasi. Oleh karena itu, saat menstruasi perut bagian bawah akan merasa sakit. Siklus menstruasi berulang setiap 28 hingga 36 hari sekali.

Pertumbuhan Payudara
Payudara anak perempuan akan tumbuh menonjol dan membesar pada masa remaja. Payudara perempuan yang sudah melahirkan akan menghasilkan air susu (ASI). ASI dibutuhkan oleh bayi dan sangat baik bagi perkembangannya.

Melebarnya Pinggul
Perubahan lain yang terjadi pada perempuan saat remaja adalah mulai melebarnya pinggul. Pinggul yang lebar dipersiapkan untuk mempermudah proses persalinan pada waktu melahirkan. Selain itu, pada daerah sekitar kemaluan akan tumbuh rambut-rambut halus.

Tuesday, April 16, 2019

Perkembangan dan Perubahan Tubuh Laki-laki


Laki-laki mengalami perubahan bentuk fisik pada masa pubertas. Ciri-ciri khusus perkembangan remaja laki-laki adalah sebagai berikut.

Diproduksinya sel sperma

Sel sperma dihasilkan oleh alat yang disebut testis. Sperma adalah sel kelamin jantan yang berbentuk seperti kecebong. Sel ini terdiri atas bagian kepala, leher, dan ekor. Testis memproduksi puluhan juta sperma setiap harinya. Produksi sperma yang berlebihan akan dibuang ketika seorang remaja laki-laki mengalami mimpi basah. Cairan sperma akan dikeluarkan dari kantung testis yang telah penuh. Pematangan sperma dan perkembangan mental laki-laki terjadi pada masa remaja.

Sel sperma


Otot menjadi kuat dan dada terlihat bidang

Ketika remaja, otot rangka anak laki-laki lebih berbentuk dan semakin kuat. Latihan pada otot akan semakin memperkuat fungsinya. Selain itu, anak laki-laki juga mengalami perubahan bentuk pada bagian dadanya. Bahunya akan melebar dan berbentuk bidang.


Otot kuat dan dada bidang


Tumbuh Jakun


Jakun adalah tonjolan keras yang berada di tengah leher bagian depan. Tumbuhnya jakun pada masa remaja membuat pita suara laki-laki menjadi lebih besar. Suara laki-laki yang sebelumnya bernada tinggi, berubah menjadi agak rendah. Hal ini yang membuat suara laki-laki terdengar berat dan besar ketika memasuki masa pubertas.

jakun



Tumbuh kumis dan jenggot

Perubahan tubuh pada remaja laki-laki juga ditandai dengan tumbuhnya kumis dan jenggot. Kumis adalah rambut yang tumbuh di atas bibir dan di bawah hidung. Jenggot adalah rambut yang tumbuh di sekitar dagu. Selain itu, perubahan lainnya adalah tumbuhnya rambut-rambut halus di sekitar alat kelamin. Alat kelamin juga mulai membesar.

kumis dan jenggot


Monday, April 15, 2019

Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia


Perkembangan manusia dimulai dari bayi hingga dewasa. Pertumbuhan akan terhenti setelah manusia dewasa mencapai usia tertentu. Setelah dewasa, manusia akan beranjak memasuki usia lanjut. Segala sesuatu yang ada di bumi ini tercipta atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga dengan keberadaan kita sekarang ini. Sebelum dilahirkan, janin mengalami proses perkembangan di dalam rahim. Hal ini terjadi selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari. Selama masa tersebut akan terjadi pembentukan berbagai alat tubuh. Misalnya, jantung, otak, ginjal, paru-paru, dan usus. Dapatkah kamu menyebutkan alat tubuh lainnya yang dibentuk selama perkembangan bayi di rahim?

Pernahkah kamu melihat bayi? Seorang bayi sudah memiliki bagian tubuh yang lengkap seperti yang dimiliki manusia dewasa. Akan tetapi, ada juga bagian tubuh manusia dewasa yang tidak dimiliki bayi. Bayi yang baru lahir belum mempunyai gigi. Gigi bayi mulai tumbuh sekitar usia enam bulan. Setelah itu, berat tubuhnya akan bertambah besar dan gerakannya lebih lincah.

Bagian-bagian tubuh bayi akan mengalami pertumbuhan. Bagian- bagian tubuh tersebut akan bertambah besar, panjang, dan kuat. Pada masa balita (bawah lima tahun), manusia mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Mengapa adik bayi selalu diberi imunisasi? Pada masa balita kekebalan tubuh manusia belum berkembang dengan baik. Oleh karena itu, imunisasi sangat diperlukan agar balita tidak mudah sakit.

Setelah masa balita, manusia akan mengalami masa kanak-kanak (5–10 tahun). Manusia mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang sangat cepat pada masa ini. Pada masa ini manusia dapat bergerak, berbicara, serta mulai dapat berpikir dan bersikap. Oleh karena itu, asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik sangat dibutuhkan. Hal ini berguna bagi proses pertumbuhan fisik dan mentalnya.

Pada usia 12–17 tahun, manusia memasuki masa remaja. Pada masa ini mulai tampak perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon antara laki-laki dan perempuan. Pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi manusia terjadi pada masa ini.


Setelah remaja, manusia akan mengalami masa dewasa (18–40 tahun). Puncak perkembangan manusia terjadi pada masa ini. Manusia dewasa memiliki kesiapan dan kematangan mental. Selanjutnya, manusia dewasa akan beranjak memasuki masa lanjut usia. Pada masa ini terjadi kemunduran fungsi organ-organ tubuh. Manusia lanjut usia akan mengalami pengeroposan tulang dan kulit wajah keriput. Kemampuan bereproduksi mereka juga menurun. Gerakan manusia lanjut usia menjadi lebih lambat dan lebih mudah lelah. Selain itu, banyak manusia lanjut usia yang penglihatannya mulai kabur dan sulit mendengar.

Perkembangan Manusia



Sunday, April 14, 2019

Ciri Khusus Tumbuhan

KAKTUS


Pernahkah kamu melihat tanaman kaktus? Apakah di rumahmu ada tanaman kaktus? Tanaman kaktus biasanya ditanam di pot dengan tanah yang kering. Kaktus biasa tumbuh di daerah yang panas dan kering seperti di padang pasir. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya ini, kaktus memiliki ciri khusus.

Permukaan tubuh kaktus dipenuhi dengan duri-duri. Duri-duri ini adalah daun kaktus yang bentuknya sangat kecil. Hal ini berfungsi untuk mengurangi penguapan. Dengan demikian, air tidak banyak hilang dari tubuhnya. Kaktus melindungi diri dari hewan pemangsa dengan daunnya


Selain bentuk daun, kaktus juga memiliki ciri khusus pada akarnya. Akar kaktus dapat tumbuh sangat panjang dan memiliki banyak akar-akan samping. Hal ini memudahkan akar kaktus menembus tanah.
Batang pada kaktus mengandung klorofil untuk berfotosintesis sehingga mampu memproduksi makanan sendiri. Selain itu, batang kaktus tebal dan berdaging yang berfungsi untuk menyimpan air yang diisap oleh akar.


Kaktus


KANTONG SEMAR

Kantong semar merupakan tumbuhan yang mempunyai daun berbentuk seperti kantong. Daun ini menghasilkan cairan khusus untuk mencerna serangga yang terjebak di dalamnya. Tumbuhan ini disebut juga insektivora (pemakan serangga). Kantong semar biasanya tumbuh di tanah lembap yang sangat sedikit mengandung nitrogen. Oleh karena itu, kantong semar memangsa serangga untuk memenuhi kebutuhan nitrogennya.

Cairan khusus yang ada pada daun kantong semar disebut nektar (zat penyusun madu). Nektar ini akan menarik perhatian serangga. Ketika mencium nektar, serangga yang hinggap di mulut kantong akan terpeleset ke dalam kantong. Hal ini terjadi karena adanya lapisan lilin yang melapisi bagian mulut kantong. Selanjutnya, serangga akan dicerna oleh cairan di dalam kantong tersebut. Akhirnya, kantong semar akan menyerap nitrogen yang ada pada serangga tersebut.

Selain kantong semar, tumbuhan pemakan serangga lainnya adalah venus. Bentuk tumbuhan venus seperti guci. Venus memiliki daun yang berbulu dan berengsel sehingga dapat membentang lebar. Serangga yang menyentuh bulu pada daun akan membuat daun menutup dengan cepat. Selanjutnya, serangga yang terjebak akan dicerna dan diserap nitrogennya.

Kantung Semar



TERATAI

Teratai adalah tumbuhan yang hidup mengapung di air. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, teratai memiliki akar, batang, dan daun yang khas. Akar dan batang teratai memiliki rongga-rongga yang membawa oksigen dari air masuk ke akar dan batang. Oleh karena itu, tumbuhan ini dapat bernapas meskipun berada dalam air. Helaian daun teratai muncul dari permukaan air karena tangkai daunnya tumbuh menjalar. Bentuk daun tersebut membulat dan lebar sehingga dapat berfotosintesis dan mempercepat penguapan.

Tumbuhan lain yang memiliki ciri khusus, antara lain putri malu dan Rafflesia. Rafflesia disebut juga bunga bangkai. Tumbuhan ini bersifat parasit karena tidak memiliki klorofil. Bunga Rafflesia mengeluarkan bau busuk untuk menarik perhatian serangga mangsanya (lalat). Tumbuhan putri malu akan mengatupkan daunnya saat terkena rangsang sentuhan.

Teratai





Saturday, April 13, 2019

Ciri-ciri Khusus Pada Hewan


Ciri khusus pada hewan digunakan untuk memperoleh makanan dan melindungi dirinya. Perlindungan diperlukan untuk mengatasi serangan musuh. Selain itu, ciri khusus tersebut juga berguna untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya


KELELAWAR


Kelelawar dapat terbang di malam yang gelap. Tentunya tanpa menabrak benda yang ada di depannya. Saat terbang, kelelawar mengandalkan telinga sebagai indra pendengarannya. Kelelawar akan mengeluarkan suara dari mulutnya. Getaran suara dengan frekuensi tinggi tersebut mengenai benda di depannya, kemudian dipantulkan kembali. Pantulan bunyi tersebut selanjutnya akan diterima telinga kelelawar. Oleh karena itu, kelelawar dapat menentukan jenis arah serta jarak benda di depannya.



Kelelawar juga menggunakan penciumannya yang peka untuk memperoleh makananannya. Makanan kelelawar adalah buah dan serangga kecil. Dari kejauhan kelelawar dapat mencium buah yang masak dengan indra penciumannya.


Kelelawar termasuk hewan bertulang belakang yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Kelelawar menyukai tempat tinggal yang gelap seperti gua, loteng dan langit-langit rumah. Ada juga kelelawar yang menggantung di ranting-ranting pohon. Kelelawar akankeluar saat malam tiba untuk mencari makan. Untuk bergantung pada batuan di dalam gua, kelelawar memiliki cakar di bagian atas sayapnya.


CICAK

Cicak dapat menempel di dinding atau langit-langit rumah. Mengapa demikian? Hal ini karena cicak memiliki kaki yang sangat kuat dan perekat di telapak kakinya. Makanan cicak biasanya berupa serangga kecil seperti nyamuk. Lidahnya yang panjang dapat digunakan untuk menangkap mangsanya (serangga) yang terbang. Ciri khusus pada cicak juga dimiliki oleh tokek.

Pernahkah kamu melihat cicak yang ekornya putus? Cicak akan memutuskan ekornya untuk melindungi diri dari pemangsanya. Untuk mengelabui pemangsanya, cicak akan melepaskan ekor dari tubuhnya saat tertangkap. Selanjutnya, cicak dapat berlari menghindar dari pemangsanya. Bagian ekor yang putus tersebut akan tumbuh lagi setelah beberapa minggu. 


BEBEK


Bebek mencari makanan di air dan tempat yang becek seperti di lumpur. Makanan bebek berupa biji-bijian dan cacing yang terendam di dalam air. Kaki bebek memiliki selaput untuk memudahkannya mencari makanan di lumpur.

Jari-jari kakinya yang berselaput membuat bebek tidak terbenam saat mencari makan di lumpur. Bentuk paruhnya yang tidak terlalu runcing memudahkan bebek mencari cacing di dalam lumpur.


KATAK

Katak termasuk kelas amfibi. Artinya, katak dapat hidup di air dan di darat. Mereka hidup di lingkungan yang lembap agar kulitnya tidak mengalami kekeringan. Perhatikanlah lingkungan sekitarmu. Kita sering sulit membedakan bentuk katak dari dedaunan dan batu-batuan di sekelilingnya. Mengapa demikian?
Katak memiliki kemampuan untuk menyamarkan warna kulit menyerupai warna lingkungan sekitarnya. Kemampuan seperti ini disebut mimikri. Oleh karena itu, katak dapat mengelabui mangsa dan aman dari serangan musuhnya. Warna kulit yang dapat berubah-ubah membuat musuhnya
tidak menyadari kehadiran katak. Makanan katak berupa serangga- serangga kecil. Katak menangkap mangsanya dengan lidah yang panjang dan lengket. Serangga yang disambar katak menjadi kesulitan untuk bergerak dan menghindar. Lidah yang panjang dan lengket juga dimiliki bunglon dan landak pemakan semut.

ULAR

Banyak manusia takut dengan ular. Ini karena beberapa jenis ular mempunyai zat beracun. Zat ini disebut bisa. Ular kobra adalah contoh ular berbisa. Ular kobra membunuh mangsanya dengan cara menggigit. Gigitan ular kobra akan membuat bisa mengalir dari gigi menuju tubuh mangsanya. Zat beracun tersebut dapat mematikan mangsanya.


Ular tidak berbisa contohnya piton. Piton membunuh mangsanya dengan membelitkan tubuhnya ke tubuh mangsanya. Belitan ular tersebut sangat kuat sehingga dapat mengakibatkan kematian mangsanya. Ular memakan mangsanya dengan cara ditelan secara utuh. Hal ini berbeda dengan hewan karnivora lainnya. Biasanya akan mengunyah atau mencabik makanannya. Ular dapat menelan mangsa yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Ular memiliki susunan rahang yang melekat longgar dan tidak memiliki tulang dada. Hal ini menyebabkan tulang rusuknya dapat melewatkan mangsanya yang besar


UNTA

Pernahkah kamu melihat unta? Unta biasa hidup di tempat yang kering dan gersang seperti di padang pasir. Unta dapat meneguk air sekaligus banyak pada saat minum. Ini karena unta mempunyai punuk di punggungnya. Mengapa pada punggung unta terdapat punuk? Punuk berisi lemak tempat menyimpan cairan. Oleh karena itu, unta mampu melakukan perjalanan jauh dan lama tanpa makan dan minum.

Lemak pada unta merupakan sumber energi. Punuk unta akan berkerut jika kehabisan lemak. Unta memiliki satu hingga dua punuk di punggungnya


BURUNG HANTU

Burung hantu keluar pada malam hari untuk mencari makanan. Selanjutnya, akan tidur pada siang hari. Burung hantu juga memiliki indra pendengaran dan penglihatan yang sangat peka.

Burung hantu dapat melihat di kegelapan. Untuk menyerap cahaya yang ada, pupil pada matanya akan terbuka lebar. Selain itu, bola mata burung hantu mampu bergerak cepat untuk memusatkan benda di sekitarnya.

Mata burung hantu terletak di bagian depan kepala. Untuk melihat ke belakang, kepala burung hantu dapat berputar dengan lentur. Burung hantu dapat terbang tanpa suara. Oleh karena memiliki bulu-bulu yang lembut.

Burung hantu akan mengeluarkan teriakan-teriakan saat berburu. Mereka juga memiliki pendengaran yang sangat peka karena memiliki telinga berukuran besar. Dengan pendengarannya ini, mereka mampu mendengar suara mangsa yang bergerak ketakutan karena mendengar teriakannya itu. Hewan yang menjadi mangsa burung hantu antara lain serangga, tikus, kadal, dan ikan .